Perlukah Sistem CAT Dalam Seleksi Terbuka JPT?

Seleksi kompetensi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) pertama kali hanya digunakan dalam seleksi CPNS oleh beberapa instansi pemerintah. Secara nasional baru digunakan dalam seleksi CPNS dari Pelamar Umum Formasi Tahun 2014.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 Tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah, diantaranya menyebutkan bahwa seleksi kompetensi menggunakan metode assessment center sesuai kebutuhan masing-masing instansi.

Dalam PermenPAN-RB Nomor 13 Tahun 2014 tersebut tidak mengatur secara tegas perlunya sistem kompetensi menggunakan sistem CAT serta penerapan passing grade.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, Pengisian JPT di kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, kesekretariatan lembaga negara, lembaga nonstruktural, dan Instansi Daerah dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS.

Pengisian JPT dilakukan melalui tahapan:
– perencanaan;
– pengumuman lowongan;
– pelamaran;
– seleksi;
– pengumuman hasil seleksi; dan
– penetapan dan pengangkatan.

Tahapan seleksi paling sedikit terdiri atas:
– seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak Jabatan, integritas, dan moralitas;
– seleksi kompetensi;
– wawancara akhir; dan
– tes kesehatan dan tes kejiwaan.

Menjadi suatu hal yang penting dalam rangka mewujudkan seleksi terbuka JPT yang obyektif, transparan dan kompetitif, setelah memenuhi persyaratan administrasi, dilanjutkan dengan seleksi kompetensi menggunakan sistem CAT. Hanya calon yang memenuhi passing grade, yang berhak mengikuti tahapan berikutnya dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT). Hasil seleksi kompetensi tersebut beserta nilainya harus diumumkan secara terbuka kepada publik.

Oleh karena itu, penggunaan sistem CAT serta penerapan passing grade dalam seleksi kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) perlu diatur secara tegas dalam Peraturan Menteri PAN-RB terbaru sebagai petunjuk pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017.

Seleksi kompetensi menggunakan sistem CAT serta penerapan passing grade ini bertujuan agar Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) menghasilkan pejabat yang professional, kompeten dan berkualitas sehingga dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya akan memiliki kinerja yang baik.