Pengembangan Kompetensi ASN – Bagian 2

Oleh: Dr. Yuli Usman – Bagian 2

Untuk strategi pengembangan ketiga kompetensi di atas secara umum dapat dilakukan melalui Pendidikan dan Pelatihan. Yang pasti dimengerti, tidak sepenuhnya dapat diperlakukan sama pada semua Pendidikan dan Pelatihan itu. Tiap Kompetensi mempunyai kandungan substansi yang berbeda.

Dilihat dari unsur bakat (art) dan ilmu pengetahuan, kompetensi intelektual mengandung unsur ilmu pengetahuan yang sangat dominan, sementara kompetensi behavional mengandung unsur bakat yang lebih besar, sedangkan kompetensi manajerial merupakan gabungan yang seimbang antara kedua unsur dimaksud. Karena itu, strategi pengembangan masing-masing kompetensi harus dilakukan dengan memperlihatkan proporsi yang dikehendaki dari kedua unsur itu.

Aspek lain yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan kompetensi aparatur, seperti sudah dibicarakan terdahulu, adalah peran dan tugas dan fungsi aparatur dalam lingkungan organisasi dan sistem pemerintahhan otonomi yang sekarang dianut di Indonesia.

Dalam sistrem otonomi daerah dituntut adanya penyelenggaraan pemerintahan yang sesuai dengan kepentingan dan aspirasi masyarakat setempat. Karena itu diperlukan adanya pengetahuan tentang masyarakat secara luas. Dalam masyarakat yang sedang berkembang kompetensi aparatur menyangkut kemampuan untuk mampu melihat masa depan dan arah perkembangan yang akan dituju dengan demikian, disatu pihak diperlukan adanya pengetahuan yang luas dan yang relevan dengan kondisi setempat serta arah perkembangan yang diperlukan. Dilain pihak, dituntut kemampuan untuk memahami dan memformulasikan aspirasi dan kepentingan masyarakat dalam program-program yang rasional dan konkrit.

Beberapa teknik pelaksanaan dari strategi pengembangan yang dapat ditempuh adalah :

a. Pendidikan, melalui pendidikan ditingkatkan kompetensi intelektualitas dan aparatur.

Pada tingkat menengah dipersiapkan untuk mampu mengikuti latihan (siap latih). Pada jenjang pertama dari pendidikan tinggi diarahkan pada ilmu pengetahuan yang bersifat umum. Spesialisasi lebih lanjut diserahkan pada pilihan masing-masing orang secara lintas fakultas dan sekolah. Artinya, disamping pelajaran-pelajaran wajib yang bersifat into (care) pada sesuatu sekolah, pelajaran-pelajaran pilihan dapat dilakukan tidak hanya terbatas dalam lingkup jurusan dan fakultasnya sendiri, tetapi juga dapat dikaitkan pada fakultas dan sekolah-sekolah lain yang terkait dengan bidang tugas yang diharapkan.

Untuk itu diperlukan adanya jejaring pendidikan antar fakultas dalam sebuah universitas dan antar fakultas dari universitas yang berbeda. Dengan demikian dua orang mahasiswa yang belajar dalam satu angkatan dan jurusan yang sama boleh jadi mempunyai keahlian dan spesialisasi yang berbeda. Sistem spesialisasi terbuka ini menjadi lebih penting bagi aparatur pemerintah yang mendapat tugas atau izin belajar di perguruan tinggi kedinasan. Pelajaran yang diambil sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan yang diinginkannya dimasa depan.

b. Pelatihan dapat dilakukan secara magang (internship) baik pada tempat pelatihan ataupun dengan cara-cara yang lebih bersifat aplikatif di lapangan termasuk teknik-teknik simulasi, pembahasan kasus-kasus, program pemagangan dan lain-lain. Sejalan dengan itu, program peningkatan dan modernisasi sarana kerja harus menjadi prioritas penting. Keterkaitan jenis pelatihan yang diikuti dengan penempatan pada jabatan tertentu juga harus dijadikan salah satu dasar pertimbangan utama. Karena itu jenis pelatihan harus relevan dengan fungsi dan tugas pokok jabatan yang ada atau yang diperlukan dalam sesuatu daerah otonom.

Jenjang pelatihan secara Nasional yang bersifat umum sebaiknya dimulai kembali untuk disesuaikan dengan kondisi dan spesifikasi daerah otonom. Jenjang pelatihan secara Nasional yang bersifat umum sebaiknya dinilai kembali untuk disesuaikan dengan kondisi dan spesifikasi daerah otonom. Muatan lokal dari subjek yang diajarkan perlu ditingkatkan agar para peserta latihan mampu memahami aspirasi dan kepentingan masyarakat setempat.

 

Sumber: Hallo Riau